Sat, 18 July 2026
admin
Tasikmalaya – Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Tasikmalaya secara resmi melepas dua guru sekaligus ustadz dan ustadzah untuk mengikuti Program Dauroh Bahasa Arab di Universitas Ummul Qura, Arab Saudi, pada Kamis (16/07/2026). Kedua peserta tersebut adalah Ust. Ali Ahmad Fauzi, M.Ag. dan Ustadzah Sabila Silmi, M.Pd., yang akan mengikuti program peningkatan kompetensi bahasa Arab melalui kerja sama LP2PP melalui PCIM Arab Saudi.
Acara pelepasan berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur di lingkungan Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Tasikmalaya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tasikmalaya Iwa Kurniawan, S.IP., perwakilan LP2M, Majelis Dikdasmen PNF PDM Kabupaten Tasikmalaya, serta seluruh civitas akademika Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Tasikmalaya yang memberikan doa dan dukungan kepada kedua peserta.
Dalam sambutannya, Mudir Ma’had Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Tasikmalaya, Ust. Drs. H. Uum Syarif Usman, menyampaikan bahwa keberangkatan dua guru tersebut merupakan buah dari kerja sama yang telah terjalin antara LP2PP melalui PCIM Arab Saudi dalam penyelenggaraan Program Dauroh Bahasa Arab.
Beliau menjelaskan bahwa program dauroh telah menjadi salah satu program unggulan Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon yang memberikan nilai tambah sekaligus menjadi daya tarik bagi para santri untuk memperdalam kemampuan bahasa Arab.
Rasa syukur juga disampaikan karena Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon menjadi satu-satunya pesantren yang dipercaya mengirimkan dua orang guru sebagai peserta dalam program dauroh tersebut. Menurut beliau, kesempatan ini merupakan amanah besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Sepulang dari Arab Saudi nanti, kedua guru tersebut diharapkan menjadi trainer dan penggerak utama dalam penerapan program pembelajaran bahasa Arab di lingkungan Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan menjadi bekal untuk mengembangkan budaya berbahasa Arab di pesantren sebagai bentuk komitmen atas kepercayaan yang telah diberikan.
Beliau juga berharap kerja sama internasional seperti ini dapat terus berkembang sehingga ke depan tidak hanya terbatas pada program bahasa Arab, tetapi juga berbagai program pengembangan pendidikan lainnya.
“Mudah-mudahan ke depan akan lahir lebih banyak program kerja sama seperti ini. Karena itu, kita harus terus membangun jejaring dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan pendidikan Islam.”
Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada keluarga kedua peserta yang telah memberikan izin serta dukungan penuh sehingga mereka dapat mengikuti program tersebut.
“Selamat berangkat, ma’assalamah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kesehatan, keselamatan, dan keberkahan selama menuntut ilmu.”
Mewakili peserta, Ust. Ali Ahmad Fauzi, M.Ag. menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti Dauroh Bahasa Arab di Universitas Ummul Qura.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan secara singkat mengenai alur keberangkatan beserta agenda kegiatan yang akan dijalani sejak keberangkatan hingga selesainya program di Arab Saudi. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan pesantren, seluruh civitas akademika, dan semua pihak yang telah memberikan kepercayaan, dukungan, serta mempersiapkan seluruh kebutuhan keberangkatan.
“Semoga seluruh kebaikan yang telah diberikan kepada kami menjadi amal jariyah dan dibalas dengan pahala terbaik oleh Allah SWT.”
Sementara itu, Ustadzah Sabila Silmi, M.Pd. mengungkapkan bahwa kesempatan mengikuti dauroh di Universitas Ummul Qura merupakan impian yang telah lama ia dambakan.
Beliau mengucapkan terima kasih kepada pimpinan pesantren serta seluruh bapak dan ibu guru yang selama ini membimbingnya dalam mempelajari bahasa Arab hingga akhirnya mampu menekuni bidang tersebut dan memperoleh kesempatan mengikuti program internasional ini.
Beliau berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya sehingga ilmu yang diperoleh nantinya dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon serta masyarakat luas.
Di akhir penyampaiannya, beliau juga memohon doa restu dan maaf atas segala kekhilafan selama berinteraksi di lingkungan pesantren.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pelepasan resmi oleh Ketua PDM Kabupaten Tasikmalaya, Iwa Kurniawan, S.IP.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan sehingga Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon dapat mengutus dua orang guru untuk mengikuti Program Dauroh Bahasa Arab di Universitas Ummul Qura.
Beliau berharap keberangkatan tersebut tidak berhenti hanya pada kegiatan belajar selama dauroh, tetapi mampu melahirkan perubahan nyata dalam sistem pembelajaran bahasa Arab di Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon.
Menurutnya, ilmu, metode pembelajaran, serta budaya bahasa Arab yang diperoleh di Arab Saudi harus dapat diimplementasikan secara nyata di lingkungan pesantren sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh santri.
Lebih jauh, beliau mencita-citakan agar Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Tasikmalaya mampu berkembang menjadi salah satu pusat pembelajaran bahasa Arab di Indonesia, sebagaimana LIPIA, Kampung Pare, maupun pusat-pusat pembelajaran bahasa lainnya. Dengan demikian, kader Muhammadiyah maupun masyarakat luas tidak perlu jauh-jauh belajar bahasa Arab karena Al-Furqon mampu menjadi rujukan pembelajaran bahasa Arab yang berkualitas.
Beliau juga mendorong Majelis Dikdasmen PNF agar mengkaji pengembangan program tersebut sehingga dapat diterapkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan sebuah harapan yang disambut antusias oleh para hadirin.
“Ke depannya, jika Al-Furqon dapat menyelenggarakan Dauroh Bahasa Arab yang serupa dengan yang dilaksanakan di Arab Saudi, misalnya selama 15 hari, saya siap menjadi peserta. Bahkan Majelis Dikdasmen bisa mewajibkan guru-guru bahasa Arab untuk mengikuti dauroh tersebut.”
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon, khususnya kepada Mudir Ma’had beserta seluruh jajaran pimpinan, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan kedua guru tersebut.
Beliau berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti dauroh dapat diamalkan dan dibagikan kepada guru-guru lainnya melalui pelatihan maupun program dauroh bahasa Arab di lingkungan Muhammadiyah.
Mengakhiri sambutannya, beliau mendoakan agar kedua peserta diberikan kesehatan, kemudahan, serta keselamatan selama menjalankan program di Arab Saudi.
Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Ketua PDM Kabupaten Tasikmalaya secara resmi melepas Ust. Ali Ahmad Fauzi, M.Ag. dan Ustadzah Sabila Silmi, M.Pd. untuk mengikuti Program Dauroh Bahasa Arab di Universitas Ummul Qura.
Acara pelepasan ditutup dengan musafahah, doa bersama, dan sesi foto bersama sebagai bentuk dukungan serta doa dari seluruh civitas akademika agar kedua guru tersebut dapat menimba ilmu dengan sebaik-baiknya dan kembali ke tanah air membawa pengalaman serta ilmu yang bermanfaat bagi kemajuan Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Tasikmalaya.
Kontributor: Al-Furqon Media
Berita Lainnya
- Bagikan Berita Via