Evaluasi PR IPM Al-Furqon: Penguatan Fungsi Kepengurusan dan Pembinaan Santri Jadi Fokus Utama
Spotlight
“Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan, tetapi IPM berkomitmen untuk terus berkembang. Evaluasi ini menjadi langkah penting agar pengurus bekerja lebih terarah dan sesuai tuntunan gerakan pelajar Muhammadiyah,”
Thariq Ibrahim dkk.
Singaparna–
Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pesantren Muhammadiyah
Al-Furqon menggelar kegiatan Evaluasi Kinerja Pengurus sebagai upaya memperkuat
fungsi organisasi dan meningkatkan kualitas pembinaan santri. Kegiatan yang
berlangsung di area pesantren itu dihadiri oleh Koordinator Pembina Putra, Para
Pembina serta seluruh anggota pengurusIPM.
Kegiatan
evaluasi ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan satu bulan sekali sebagai
bentuk refleksi sekaligus perencanaan strategis untuk kegiatan IPM ke depan.
Dalam sambutannya, Koordinator Pembina Putra Ust. Guntur Darajat menyampaikan
bahwa "evaluasi bukan hanya sarana untuk mengidentifikasi kekurangan,
tetapi juga ruang untuk menemukan solusi terbaik demi kemajuan organisasi.
“IPM bukan
sekadar organisasi kesiswaan, tetapi wadah pembentukan karakter dan
kepemimpinan pelajar. Karena itu, pengurus harus memahami fungsinya sebagai
pelayan, penggerak, dan pembina bagi seluruh santri,” ujarnya dalam kesempatan
tersebut.
Fokus
Evaluasi: Kepengurusan, Program, dan Pembinaan Santri
Dalam sesi
penyampaian laporan, setiap bidang memaparkan kegiatan yang telah berjalan
selama beberapa minggu terakhir. Beberapa aspek yang dievaluasi meliputi
efektivitas program kerja, tingkat partisipasi santri, kemampuan koordinasi
antar-pengurus, serta konsistensi pelaksanaan kegiatan rutin kepesantrenan dan
pengembangan minat bakat santri.
Ketua IPM Nuril
Sofwan menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa program yang belum maksimal
dilaksanakan akibat kurangnya koordinasi internal. Meski begitu, beberapa
program IPM yang lainnya dapat terlaksanan dengan baik.
“Kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan, tetapi IPM berkomitmen untuk terus
berkembang. Evaluasi ini menjadi langkah penting agar pengurus bekerja lebih
terarah dan sesuai tuntunan gerakan pelajar Muhammadiyah,”
Penguatan
Fungsi Pengurus Jadi Prioritas
Salah satu
bahasan penting dalam evaluasi adalah penguatan fungsi pengurus sebagai motor
penggerak kegiatan santri. Koordinator Pembina Putra Guntur Darajat menegaskan
bahwa "pengurus IPM harus menjadi teladan dalam kedisiplinan, akhlak, dan
sikap organisasi. Hal ini dapat sejalan dengan nilai-nilai dakwah dan
pengkaderan di pesantren Muhammadiyah".
Untuk memperkuat
peran tersebut, beberapa strategi dirumuskan, antara lain:
1. Peningkatan
kedisiplinan pengurus melalui jadwal monitoring rutin.
2. Penyusunan
program pembinaan santri yang lebih terstruktur dan terukur.
3. Penguatan
komunikasi antar bidang agar setiap program berjalan sinergis.
4. Pelatihan
lanjutan tentang kepemimpinan, manajemen organisasi yang dikemas dengan baik.
"ungkapnya"
Dukungan Penuh dari Pesantren
Pihak pesantren
Al-Furqon memberikan apresiasi atas terselenggaranya evaluasi tersebut. Menurut
Ust. Guntur Darajat "keberadaan IPM sangat membantu dalam membentuk budaya
disiplin, kreatif, dan religius di lingkungan pesantren.
“Kami bangga
melihat semangat para pengurus IPM dalam menghidupkan kegiatan positif bagi
santri. Semoga hasil evaluasi ini membawa IPM Al-Furqon semakin maju, berdaya,
dan konsisten membina generasi muda unggul,”
ungkapnya.
Komentar